CERITA SANG PEMUJA
Wajah yang selalu mengikuti sehabis kerja
Wajah yang memancing rasa penasaran dari permukaan
Siapakah kamu?
Dan mengapa harus kamu?
Begitu liciknya wajahmu
Sampai berani mengikutiku diam-diam
Sempat menghilang, namun perlahan memberontak
Tak bergeming aku dibuatnya
Beruntungnya takdirku hingga menemukanmu
Namun celakanya,
Sejenak saja ku tak berani menyapamu
Namamu saja masih mencoba kutebak
Tak adil rasanya jika hanya melihatmu
Ku ingin tahu tentangmu
Bercanda denganmu
Dan sedikit demi sedikit
Tanpa kau sadari,
Akan kurebut hatimu perlahan
Tapi tetap saja,
Jika hanya menyapamu aku tak mampu
Bagaimana bisa?
Sungguminasa, 10 Apr 2019
Komentar
Posting Komentar